Stockholm

Standard

Day 1: 24 July 2011. Tallinn-Stockholm

Sadly leaving beautiful Tallinn, im off to Stockholm today 24 July 2011 by RyanAir. It was raining in Tallinn this morning in Lennnujam Airport, and still cloudy in Stockholm, eventhough they are quite far and has one-hour time difference. Mendung masih menggantung begitu pesawat RyanAir yang (baru kali ini bagi saya) terseok-seok mendarat setelah goyangannya cukup membuat bule-bule satu pesawat panik. Angin menggoyang membuat musim panas di Stockholm kurang menggigit, hanya 17C. Dengan menggerutu saya mengambil 700 SEK (Swedian Kroner) karena saya harus membayar 249 SEK untuk bis PP dari Skavsta Airport ke stasiun Stockholm kota. Itu hampir 30 euro! Namun dilihat dari jaraknya (hampir 90 menit perjalanan), harga segitu kemudian saya maklumi. Seperti halnya Oslo, bus melewati jalan panjang d antara batu karang landai di kiri kanan, diselingi padang rumput dan tanah pernanian yang permai. Petani membajak tanahnya, yang dibuntuti sekawanan burung-burung putih yang lansung menyerbu tanah yang baru dibajak untuk mendapatkan cacing. Nice picture of a slice of life.

Dari stasiun, saya mendorong koper kecil saya nan berat sejauh 500 m menuju City Packpacker Hostel, hostel hip nan cantik dan ‘makmur’ di ujung jalan Vaska… seharga 230 SEK/night.

Selesai membongkar koper dan memasang bedcover (seharga 50 SEK for rent! Dont breath, they will charge you!), saya segera mencari sesuatu untuk dimakan sekaligus rangsum untuk 2 hari ke depan. Resepsion berambut platina nan ramah itu memberi tahu ada supermarket hanya 10 menit dari hostel. Saya pun berjalan ditemani angin segar yang membelai. Sepi sekali kota ini. Saya datang pas hari Minggu pula, saatnya para bule ngerem di rumahnya. alhasil, saat saya belanja groceries ke Wasahallen, jalanan tampak lengang dan begitu damai. Yeah, mungkin seperti inilah potret ideal sebuah kehidupan di salah satu negara termakmur di dunia ini. Yang saya

Sayang saya gak sempat ketemu kawan saya Laili Aidi yang sedang kuliah di Stockholm, karena dia sedang di Jerman. Namun Adek memberi saya petunjuk tempat-tempat mana saja yang layak dikunjungi. Well, kita lihat besok, semenarik apa Stockholm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s