Cedar Point Ohio

Standard

This slideshow requires JavaScript.

Adalah pilihan yang sulit bagi saya antara pergi road trip ke Kanada, atau ke Cedar Point. Dua-duanya dekat dari Michigan, tempat saya tinggal. Road Trip rame-rame ke Toronto bersama teman2 pastilah asyik berat. Namun sayangnya ajakan ini harus saya tolak. Pertama, Irfan tak bisa ikut serta (nggak punya visa Kanada), kedua karena saya sudah pernah ke Toronto, dan ketiga saya masih saya sering mabuk darat kalau kelamaan naik mobil jarak jauh. Akhirnya saya memilih untuk pergi ke Cedar Point, Ohio. Pertama, karena Irfan bisa ikut serta, dan perginya pun bareng Teddy dan mas Deddy. Kedua, karena saya belum pernah ke Ohio. Ketiga, karena Cedar Point adalah salah satu theme park hard core dengan tingka kengerian tertinggi. Keempat, karena trip ini terselenggara oleh OISS MSU, sehingga kami tinggal bayar $45 dan tahu beres, tinggal bawa badan.
Maka kami pun benar-benar tinggal bawa badan, karena kami tak ingin membawa terlalu banyak barang sambil naik berbagai wahana. Setelah empat jam perjalanan dengan bis dari East Lansing melewati pedesaan Michigan dan Ohio, sampailah kami di kota Sandusky.
Terletak di kota Sandusky di tepi danau Erie, Cedar Point adalah taman bermain wahana yang terbesar di dunia (1,47 kmĀ²), hingga saat ini. Cedar Point memperoleh gelar “Best Amusement Park in the World” tahun 2010, gelar yang telah digenggammnya 13 kali berturut-turut! Tak hanya itu, Cedar Point juga memperoleh penghargaan “Friendliest Staff”, “Best Outdoor Night Production” dan “Best Halloween Event”. Cedar Point juga satu-satunya theme park di dunian dengan 4 roller coaster yang tingginya lebih dari 61 meter. Pilihan wahananya pun banyak sekali, dan hingga 2010 memiliki wahana terbanyak di dunia, yaoitu 75 wahana. Maka satu hari itu kami harus membuat perencanaan matang tentang prioritas wahana-wahana yang akan dinaiki.
Wahana-wahana dengan skala 5 (alisa yang paling ngeri) adalah: Corkscrew, Gemini, Magnum XL-200, Mantis, Maverick, Meanstreak, Millenium Force, Raptor, Top Thrill Dragster, dan Wicked Twister.
Wahana pertama yang kami tuju adalah Thrill Dragster. Dengan thrill-rating 5 (skala 1-5!), dapat dibayangkan betapa ngerinya wahana ini. Dengan sabar, kami mengantri selama satu jam lebih(!) di tengah dingin Oktober nan menggigit. “Keep arms down, head back, and hold on!” begitu aba-aba terakhir petugas sebelum melepas beberapa lusin penumpang yang mulai dag dig dug. Sang drasgter pun lepas landas dengan sangat cepat, membuat jantung para penumpang serasa copot dan tertinggal beberapa meter di belakang mereka. Wahana ini akan membawa para penumpang naik dengan sudut 90 derajat, alias tegak lurus! Si Drasgter merayap naik dengan perlahan, membuat sebagian besar penonton semakin berkeringat dingin dan berjuang keras untuk menenangkan jantung mereka. Hingga ketinggian 420 kaki, wahana akan menghempas bumi kembali, masih dengan sudut 90 derajat, dengan kecepatan tinggi 120 mph! Tak hanya dihempas ke bawah, namun juga dipelintir. Lebih jelasnya, coba lihat
Karena saat itu Oktober, dekorasi Halloween pun terpasang di segala sudut. Menjelang malam, rumah hantu pun dibuka. Ada beberapa rumah hantu yang siap untuk ditakuti. Berhubung penakut, saya selalu berbegangan pada backpack Irfan. Sebenarnya sih tidak takut, karena saya sudah terlalu tua untuk takut pada trik-trik horor macam itu. Saya hanya malas kaget, karena ‘hantu-hantu’ itu sebagian besar besembunyi dan siap mengagetkan pengunjung (secara random!) untuk ditakuti. Ada rumah hantu yang indoor, yang berkonsep rumah sakit. Setengah jam kami mengantri sambil menggigil, akhirnya masuklah kami di rumah sakit tersebut. Para perawat seram dan berdarah-darah tersebar di mana-mana, ada yang di atas meja, sampai di atas lemari. Tak hanya para paramedis, pasien-p[asiennya pun tak kalah seram. Penerangan yang dibuat minim, hanya bergantung pada lampu sorot warna-warni yang diselimuti asap (atau kabut) buatan nan tebal, kami tak perha tahu apa yang ada di depan kami berikutnya. Suasana pun mencepam namun berisik, terdiri dari teriakan kaget para pengunjung, dan gertakan seram dari para hantu, plus ketawa mereka yang terus membahana. Saya sempat kehilangan foto studio kami di dalam rumah sakit. Saya tak sadar melepaskannya karena tangan saya sibuk perpegangan pada Irfan dan sibuk menjerit-jerit tak karuan. Syukurlah ketika kami telusur kembali, foto-foto itu sudah diletakkan manis di meja dekat pintu keluar. Inilah yang sering terjadi di Amerika jika kehilangan barang. Viva America, hidup orang-orang jujur yang mengembalikan foto kami!
Rumah hantu yang outdoor jauh lebih menarik lagi, karena lebih terasa nyata. Ada yang tahu-tahu lewat tanpa berkata-kata, namun berbaju mirip kuntilanak. Tanpa kata, dia sudah mampu membuat kami menjerit-jerit kaget. Ada yang tiba-tiba nongol sambil berteriak ingin menerkam sambil mengayunkan kapak (korbannya ada yang menangis histeris beneran). Ada yang bahkan mengejar-ngejar kami (yg ini lucu, karena jadi muter-muter saling mengejar.
(to be continued)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s