Houston

Standard

Entah kenapa kami memilih Houston untuk state Texas. Padahal banyak kota2 utama Texas yang layak dikunjuni, seperti San Antonio, Austin, atau Dallas. Sayangnya jarak di antara kota-kota tersebut lumayan jauh. Maklum, negara bagian Texas adalah salah satu dari negara2 bagian berukuran besar di AS. Namun alasan paling masuk akal adalah karena tiket pesawatnya yang gratis, hahaha.. Ya, kami mendapatkan 2 tiket gratis PP ke mana saja di dalam AS dari Southwest Airlines, krn ‘kesetiaan’ kami selalu memakai maskapai itu. Setelah penerbangan kami ke 16 dengan maskapai low-cost ini, kami memutuskan untuk memakai tiket gratis ini utk liburan musim semi kami.

Kenapa Houston? Saya bertanya lagi karena belakangan agak menyesal juga. Bukan karena Houston tidak menarik, namun karena kota-kota lain tak kalah cantik dan dari awal saya memang kesulitan nementukan pilihan. San Antonio yg romantis dengan riverwalknya, atau Austin si ibukota, atau Dallas yang metropolis, atau Houston tempat asal Beyonce (yg terakhir agak tak masuk akal). Houston menjadi pemenangnya karena berbagai kriteria. Pertama, Houston adalah kota metropolitan yang kami harap tak pernah kehabisan objek wisata. Kedua, Houston memilliki museum-museum penting yg wajib dikunjungi. Ketiga, ada Houston adalah markas NASA. Keempat, tadiinya rencananya dari Houston saya mau terus ke Mexico City, namun belakangan tak diijinkan oleh suami karena alasan keamanan dan kejahatan narkotika yg masih saja ramai di Meksiko. Cukup banyak alasan untuk memilih Houston, walau kami juga berat hati mencoret kota-kota cantik lainnya.

Apakah semua asumsi dan pengharapan di atas terbukti? Kita lihat. Ya, Houston memang metropolitan. Namun tak seperti kota metropolitan pada umumnya (katakanlah seperti Jakarta atau Tokyo), tidak ada hiruk pikuk dan kemacetan. Saya jadi ragu untuk mengakui Houston sebagai kota metropolitan. Jalur kereta listrik dalam kota pun hanya satu jalur.

Kedua adalah soal museum. Museum-museum di Houston memberika lebih dari apa yang kami harapkan. Bisa-bisa sebulan saya bisa tinggal di Houston HANYA untuk menelusuri semua museum di kota ini. Sungguh, museum-museumnya sangat informatif dan demonstratif.

Museum pertama dan utama yang kami kunjungi adalah Holocaust Museum of Houston. Berhubung saya dan suami adalah peminat studi Yahudi dan Zionisme, museum ini sangat menarik. Kami tak boleh mengambil gambar di museum ini (mungkin karena banyak foto-foto kejam nan ngeri yang tak layak dipublikasikan ke semua usia dan kalangan). Kami menelusuri isi museum dengan hati yang miris dan sedih melihat kekejaman yang dilakukan sesama manusia. Museum ini gratis, dan kami diberi CD berisi informasi virtual tour isi museum.

Esok harinya kami kembali ke Museum District, daerah selatan Houston dimana museum-museum bertebaran. Kami mengunjungi Health Museum yang tak jauh dari Holocaust Museum. Disitu kami mengeksplor isi tubuh manusia. Saya juga bisa melihat wajah saya jika tua nanti melalui komputer. Saya juga bisa tahu sampai umur berapa saya bisa hidup, walau hanya perkiraan berdasarkan gaya hidup saya. FYI, hasilnya saya akan hidup sampai usia 91, haha.

(to be continued)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s