We’ll always have Paris

Standard

Tak menyangka saya ke Paris lagi. Dibayarin pula. Begitulah, saya dan teman2 IYL ke Paris untuk sebuah konferensi. Ini adalah bagian dari program beasiswa yang saya peroleh dari pemerintah Belanda, yang termasuk program sosial ke kota/negara lain. Dengan naik Thalys, kereta cepat, dalam waktu tiga jam dari Den Haag Centraal kami telah sampai ke Paris, setelah melewati Belgia nan mungil. Inilah keuntungan tingal di negara Benelux (Belgium-Netherlands-Luxemburg) yang mungil, dalam 3 jam kami telah melewati 3 negara (belanda-belgia-perancis). Sampai di Stasiun Paris North, kami langsung menuju tempat konferensi. Saat itu adalah musim panas yang cerah, dan Paris menjadi jauh lebih cantik. Saya teringat kunjungan pertama saya ke Paris. Saat itu musim dingin, saya traveling sendiri, dan naik bis pula. Huff, that was tough, tapi saat itu saya bertekad saya harus melihat Paris! haha. dan tak sia-sia kelelahan saya. Paris memang cantik, meskipun dingin menggigit. Apalagi kali ini saat musim panas memanjakan, Paris menjadi lebih mudah untuk dinikmati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s