Helsinki

Standard

Akhirnya saya mengkhatamkan Skandinavia dengan mengunjungi Helsinki, ibukota Finland. Finland, negara paling timur dalam kelompoknya, menjadi negara terakhir di Skandinavia yang saya injak setelah Denmark, Swedia dan Norway. Berhubung Finland sangat dingin di setiap winternya, saya bersyukur berhasil untuk datang di musim panas. Saya masuk ke Helsinki dari Tallinn, Estonia, dengan ferry Eckero.
Helsinki. Akhirnya saya saya sampai ke Negeri yang katanya memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Namun saya tak akan ke sekolah-sekolah. Tidak pula ke universitas. Menurut survei saya, justru saya akan lebih banyak mengunjungi gereja.
Turun dari ferry, saya mencari bis menuju ke pusat kota. Kali ini harus menunggu bis yang tepat, agar tak salah jurusan. Tak seperti biasa, kali ini saya datang tanpa peta, tanpa teman, tanpa survey, dan tanpa uang koin. Yang terakhir adalah yang paling krusial, berhubung mesin tiket bis hanya bisa menerima koin. Syukurlah akhirnya saya bisa bayar cash ke pak sopir.
Tempat pertama yang saya tuju adalah Senate Square. Di situ ada dua ikon yang menjadi pusat perhatian di alun-alun luas bergaya Neo Classical itu. Pertama adalah Lutheran Cathedral (Tuomiokirkko). Katedral putih yang menjulang ini menjadi unofficial symbol kota Helsinki. Bentuknya menurut saya lebih mirip masjid, dengan kubah dan warnanya yang putih bersih. Di depan katedral, berdiri patung tsar Rusia liberal Aleksander II. Mengapa Tsar Russia? Well, kota Helsinki, yang berdiri tahun 1550 dan telah menjadi ibukota Finland semenjak 1812, ketika kota ini dibangun kembali oleh para tsar Rusia untuk menjadi miniatur kota St. Petersbug di Rusia. Dari gaya yang mirip dan arsitektur yang saling menyerupai, adalah bagian dari sejarah St. Petersburg. Helsinki masakini merupakan melting pot budaya Eropa Barat dan Eropa Timur, meskipun dia adalah bagian negara Nordic.Helsinki kerap dijukuli “Daughter of the Baltic” (meski dia bukan di negara Baltik). Beberapa film tentang perang dingin bersetting di St. Petersburg sering dibuat di kota ini.

Gereja kedua yang saya datangi adalah Katedral Uspenski. Uniknya, katedral ini dibangun di atas bukit batu, di tengah kota. Berwarna merah dan berkubah mirip bawang, gereja ini cukup stansd out dilihat dari Market Square. Gereja ini melayani jemaat Ortodox yang menjadi minoritas di Finland, dan menjadi gereja ortodok terbesar di Eropa Barat. Keempat kubah yang saya bilang mirip bawang itu ternyata dibuat dari emas 22 karat, yang memang tampak indah. Interior gereja inipun tak kalah indah.

Tak jauh dari katedral, saya turun menuju Market square (Kauppatori). Square ini adalah alun-alun yang banyak dikunjungi turis dan warga Helsinki sendiri. Market Square adalah alun-alun di tepi laut dengan berbagai kapal kecil dan sedang berlabuh dan bersauh. Di alun-alun, berhubung summer, dipenuhi oleh berbagai macam booth penjual souvenir dan hasil bumi lokal, seperti ikan herring dan buah-buahan. Kebanyakan berjualan pakaian bulu (faux fur), karena winter di utara Eropa memang sangat ekstrim.

Satu spot terakhir yang saya sukai adalah Sibelius Monument. Monumen yang didedikasikan untuk mengenang komposer Jean Sibelius ini terletak di taman kota yang agak jauh dari pusat kota. Desain monumen ini menyerupai pipa organ berwarna perak. Sekitar 600 pipa disusun dengan indah dan artistik. Taman Sibelius pun tempat yang tenang dan permai untuk bersantai menikmati seperti saya atau sekedar membaca novel.
Satu yang unik adalah hostel saya sendiri. Hostelling International Helsinki dibangun di dalam sebuah.. stadion! Tak heran jika selasar hostel pun melengkung mengikuti kontur stadion.
Musim panas Helsinki benar-benar memanjakan saya. Namun Helsinki masih menyisakan keingintahuan saya untuk kembali mengunjunginya, tapi kali ini di musim dingin. Terlepas dari winternya yang brutal, saya ingin ke Lapland untuk bertemu rusa kutub dan menikmati indahnya salju Nordik. Finland, semoga saya akan kembali bersama longjohn dan ski google saya kelak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s