Riga

Standard


Dari Helsinki, saya merapat ke Talinn, Estonia, untuk kemudian naik bis ke Riga di Latvia. Saya menghabiskan empat hari di Riga. Ibukota Latvia ini adalah kota terbesar di negara-negara Baltik. Separuh populasi Latvia tinggal di ibukota. Sebagai ibukota Latvia, Riga mengalami Rennaisans baru. Banyaknya proyek-proyek restorasi berskala besar terhadap gedung-gedung tua membuat kota ini makin cantik, dan menjadi salah satu yang tercantik di Eropa Timur. Riga juga adalah pusat dan gudangnya arsitektur gaya German Art Nouveau, atau disebut Jugendstil. Riga makin menjadi destinasi wisata favorit di Eropa karena kecantikan old townnya, posisi historis yang penting, dan kehidupan malamnya yang gemerlap.
Banyak kemiripan antara Riga dan beberapa kota yang pernah saya kunjungi di Jerman. Beberapa bagian juga berbau Skandinavia. Tak heran, Riga didirikan oleh bangsa Jerman sejak tahun 1201 dan menjadi markas perang Salib untuk daerah Eropa Utara. Riga sempat menjadi bagian dari Swedia, lalu menjadi bagian dari kerajaan Rusia, dan kemudian menjadi negara independen pada 1918. Riga bertahan menjadi ibukota Republik Soviet Sosialis Latvia / Latvian Socialist Soviet republic pada masa Soviet, dan baru menjadi ibukota negara Latvia merdeka pada tahun 1990an.
Saya mengkonsentrasikan eksplorasi saya di bagian Old Town yang menjadi jantung pariwisata Riga. Sebagian besar bagian kota Riga habis dibom pada Perang Dunia 2, dan reruntuhannya dibiarkan begitu saja, bahkan hingga masa kemerdekaannya. Syukurlah pemerintah segera menyadari potensi wisata yang besar, dan mulai merestorasi gedung-gedung tua di Riga, dan membuat oldtown Riga menjadi salah satu oldtown terindah.

Bangsa Jerman telah tinggal di Riga sejak pendudukan Jerman dan banyak yang masih menetap hingga sekarang. Pada sejarahnya, bangsa Jerman adalah masyarakat elit di Riga, sedangkan bangsa Latvia sendiri berada di kelas bawah. Posisi sosial ini berlangsung pada masa penjajahan Latvia. Tak heran jika arsitektur kota ini banyak dipengaruhi oleh gaya Jerman. Bangsa Jerman baru direpatriasi secara paksa pada pendudukan Nazi 1941-1944. Tak heran jika bahasa Jerman tak jarang terdengar di kota ini. Bahasa resmi kota ini adalah bahasa Latvia, namun pada kenyataannya kota ini bilingual. 50% berbahasa Latvia, dan 50% lagi berbahasa Rusia. Untungnya bahasa Inggris cukup luas dipergunakan, terutama oleh anak muda dan orang-orang pariwisata.

Yang membuat Old Town Riga nyaman adalah karena tidak ada polusi. Mobil tidak diperbolehkan masuk di area oldtown. Sebagian besar jalan sudah diaspal, walau di oldtown sebagian besar berbatu kobal (cobblestone) , dan beberapa gang kecil bahkan masih jalan tanah. Sejauh ini Oldtown bisa saya jelajahi dengan berjalan kaki, karena luasnya yang tidak terlalu besar, dan karena batu kobalnya bulat-bulat, tidak diratakan. Sangat disarankan untuk tidak mengenakan high-heels, karena hanya akan menyusahkan kaki. Untuk angkutan umum, terdapat tram, bis, dan trolley bus, yang semuanya bisa menggunakan tiket yang sama.

Riga dibagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh Sungai Daugava. Oldtown yang menjadi pusat kota Riga terletak di bagian timur sungai. Wilayah ini dikelilingi oleh lingkaran gedung-gedung abad 19-awal20, diikuti oleh distrik perumahan berlantai 2 yang telah ada sejak jaman Perang Dunia 2, dan diikuti oleh distrik apartemen-apartemen berlantai 5-18 yang dibangun pada era Soviet. Terdpat pula beberapa pabrik, terutama di sekitar rel kereta. Daerah yang sering didatangi wisatawan adalah (tentu saja) Oldtown dan daerah di sekitar Freedom Monument.
Kantor pariwisata (tourist office) terletak di House of Blackheads menawarkan berbagai guided tours maupun pamflet-pamflet gratis berisi berbagai petunjuk tempat-tempat menarik di berbagai sudut kota. Riga Cards, yang harganya sekitar 10-18 Lats menawarkan berbagai diskon di banyak museum dan atraksi wisata.
Seberpa tua sih Riga? Daerah sekitar Oldtown dibangun antara 1860 dan 1914 dan banyak bangunan yang mengingatkan pada Paris, Berlin, atau Roma. Banyak film masa Soviet yang bersettingkan Eropa Barat yang mengambil lokasi di Riga, karena banyak sudut kota yang menyerupai kota-kota di Eropa Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s