Buffalo

Standard

Saya tidak begitu pengen ke Buffalo. Saya udah ke negara bagian New York (Buffalo masuk ke state tersebut). Saya bela-belain ke Buffalo karena itulah kota terdekat untuk mencapai Niagara Falls. Ya, target saya sesungguhnya adalah Niagara Falls, dan Buffalo adalah markas saya. Tepatnya, Buffalo adalah kota terakhir saya di Amerika Serikat sebelum saya menyeberang ke Kanada dan menjelajahinya, untuk kemudian pulang ke Indonesia melalui Inggris (fiuh). Lagipula, Buffalo tidak terlalu jauh dari East Lansing di mana saya tinggal, hanya 4 jam perjalanan dengan Amtrak, tak perlu naik pesawat.
Menentukan di mana tepatnya akan turun di Buffalo adalah penting, karena jika tidak, saya akan terdampar di pinggiran Buffalo yang lumayan jauh dan aksesnya ke pusat kota tidak mudah. Ada dua pilihan pemberhentian: Buffalo Depew atau Buffalo Exchange. Jika ingin ke pusat kota Buffalo, pastikan memilih Buffalo Exchange. Buffalo Depew berada si daerah suburban 8 miles arah timur dari Buffalo.
Maka malam itu saya berangkat pukul 19.05 malam dari stasiun Amtrak yang sangat dekat dari apartemen saya. Walaupun Amtrak, saya tidak naik kereta api, melainkan naik bis sampai ke Toledo. Di Toledo, barulah saya ganti ke kereta api untuk menuju Buffalo. Bis merapat di Toledo pukul 10.30 pm, dan saya harus menunggu selama empat (!) jam untuk kereta menuju Buffalo. Itulah pilihan yang paling murah, dan lagipula saya tidak diburu waktu, so why not? Saya gunakan waktu untuk berinternet sambil lesehan di stasiun Toledo yang dipenuhi penumpang-penumpang berjadwal dini hari. 03.30 dini hari kereta Lake Shore Limited menuju Buffalo (jurusan New York) pun datang. Pukul 9 pagi saya pun sudah di Buffalo.
Untunglah Hostelling International Buffalo berada tepat di pusat kota. Saya hanya perlu menggerat koper saya untuk menuju hostel. Selesai menaruh koper di kamar, saya langsung cabut melihat kota.
Downtown Buffalo tidaklah besar. Sehari pun selesai. Itu bagus, karena tujuan utama saya adalah Niagara.
Berhubung hostel saya di jalan utama, dalam hitungan menit saya dapat mencapai ujung lain downtown Buffalo. Kota yang compact dan rapi. Town Hall Buffalo yang menjulang tinggi dan megah seolah menunjukkan kebanggannya. Saya sudah desainnya, dan juga taman cantik di depan gedung jangkung tersebut, karena nyaman untuk duduk-duduk menikmati matahari yang menuju langka.
Satu spot yang hampir terlewat adalah sebuah patung kerbau (atau banteng) di tengah kota. Inilah mengapa kota ini disebut Buffalo.
How did this city get its name? It’s long stories, varies with some versions.
In 1798, The Holland Land Company hired Theophile Cazenove of Philadelphia as its agent in the newly established hub for the area in nearby Batavia, NY. Cazenove then hired Joseph Ellicott, to survey the area and establish a village next to Buffalo Creek. Ellicott decided to utilize the spoke pattern for his new village, which he called “New Amsterdam”, and centered it around Niagara Square. In 1800, residents of the small village decided they did not like the name “New Amsterdam” and decided it would be called “Buffalo”. In 1808, the name was officially changed and the Village of Buffalo had 25 residents at the time.
Most popular accounts hold that the name “Buffalo” is a corruption of the French phrase beau fleuve, “beautiful river,” a phrase said to have been exclaimed by French explorers upon seeing the Niagara River. This speculation, however, is contradicted by primary sources. French explorers actually referred to Buffalo Creek in print as Rivière aux Chevaux, “Horse River.” The earliest name origin theory to appear in print (1825) relates a story about stolen horsemeat being passed off as bison flesh, with the site of the illicit picnic henceforth remembered as “Buffalo,” but the author who conveyed this tale expressed his skepticism. What is clear is that there were no bison in the area; that the settlement of Buffalo took its name from Buffalo Creek;and that Buffalo Creek first appeared on a map in 1759–1760.Although the Beau Fleuve theory is the most appealing but least plausible theory among many, it is unlikely that Buffalo’s true name origin can be conclusively established.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s